Kamis, 13 Desember 2012

Hukum membeli barang KW

:: Luis Vuitton, Hermes, Gucci, Guess, Prada, Chanel, Burberry.. para ibu pasti tau ini merek barang apa?

اشتريت شنطا نسائية لماركات عالمية مقلدة، فهل يجوز لي المتاجرة بها، وبيعها لزبائن يعلمون بأنها مقلدة، مع العلم بأنني لا دخل لي في تصني

ع هذه الشنط، أي أنها تباع في بلد آخر وأنا أذهب فقط وأنتقي الموجود، مع العلم أيضاً بأن الكويت تمنع المتاجرة بالبضائع المقلدة وتحترم الحقوق الفكرية؟ وشكراً.

Pertanyaan :

Saya membeli tas wanita KW merek luar negeri, bolehkah saya menjualnya kembali kepada pelanggan dimana merekapun tahu bahwa ini barang KW, perlu diketahui bahwa saya tidak punya andil dalam produksi tas tersebut, karena saya membeli dan mengambilnya dari luar negeri, sedang negeri kami -Kuwait- melarang jual-beli barang KW sebagai bentuk penghormatan kepada hak kreatifitas, terimakasih.



الإجابــة
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه، أما بعـد:
فإذا كان المقصود بالتقليد هنا أن يكتب على هذه الشنط العلامة التجارية أو الاسم التجاري الخاص بتلك الماركات بغير إذن منها، فهذا تزوير واضح وهو حرام شرعاً لأنه تعد على حق الشركات في العلامة والاسم التجاريين، وهما حقان ماليان معتبران

Jawab :
Segala puji bagi Allah, sholawat dan salam tercurah kepada Rosulullah, keluarga dan sahabatnya. Jika yang dimaksud barang KW disini ialah menempelkan pada tas tersebut logo dan nama dagang yang sudah jadi trademark sebuah merek tanpa seizin si empunya, maka ini jelas tindakan pemalsuan yang diharamkan oleh syariat, karena ia telah melanggar hak pemilik pabrik akan logo dan nama dagang, ini adalah dua hak dalam dunia perdagangan yang telah disepakati

وبالتالي لا يجوز لك الاتجار فيها لأن الاتجار فيها والحال ما تقدم مشاركة في الاعتداء، سواء علم الزبائن بحقيقة ذلك أم جهلوا، وسواء أجازت الدولة هذا العمل أو منعته ما لم تجزه الشركات صاحبة هذا الحق. والله أعلم.

Begitupun tidak diperbolehkan jual beli barang tersebut karena berarti ikut serta dalam kedzaliman (pelanggaran hak), baik para pelanggan tau barang tersebut KW atau tidak, baik suatu negeri melarangnya atau tidak, selama pihak pabrik pemilik hak cipta tidak memperbolehkan maka tidak boleh, Wallahu a’lam.
Sumber : http://www.islamweb.net/fatwa/index.php?page=showfatwa&Option=FatwaId&lang=A&Id=76793
#Agama=Nasehat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar