Kamis, 13 Desember 2012

Kajian Syarah Ushul Tsalatsah 1-7



Kajian Syarah Ushul Tsalatsah dari Grup Blackberry #Agama=Nasehat


KUT 1


Muqoddimah.

Kitab Ushul tsalatsah (3 landasan pokok agama Islam) adalah Kitab tauhid yg didlmnya di jelaskan ttg kewajiban qt sebagai muslim, kmudian oleh beberapa ulama Kitab kecil ini di jäbarkan (syarah) sehingga lebih rinci dan gamblang bagi pembaca..

Saya ambilkan dari syarah Syekh utsaimin dan syekh Abdurrahman Nashir Al barrok jazahumullahu khoiron

Kitab ini adalah Kitab yg pertama Kali dikaji dlm perbagai kajian dan kesempatan dan memang begitulah seharusnya Jiwa seorg muslim harus tertanamkan tauhid dan aqidah yg kuat guna membentengi dirinya dari dari fitnah syirik dan Hal2 yg bertentangan dg ajaran Muhammad.

Pengarang Kitab ini ialah Syekhul Islam Muhammad bin ismail at tamimy (dari bani tamim) yg lahir di distrik Uyainah th. 1115 Hijriyah bapak dan kakeknnya adlah ulama Nejed (skrg Arab Saudi) saat itu..

Beliau sudah hafal alqur'an sebelum umur 10th lalu belajar dan belajar dari para ulama dizamannya. Meninggal pd th 1153H rohimahullah..

Diantara karangan beliau..

-kitabut tauhid (sdh di syarah oleh syekh Abdurrahman as sa'dy pengarang Kitab tafsir "taisiril karimil mannan".
- kasyfus syubuhat (membongkar syubhat dan alasan org Musyrik).
- Al kabair (dosa2 besar) -bukan Al kabair milik Imam Syamsuddin adz dzahabi.
- ushul tsalatsah (yg qt mo kaji bi idznillahi Ta'ala).
- Mukhtashor Zaadul Ma'ad (ringkasan kitab zaad -Al allamah ibnul qoyyim)

KUT 2

Beliau -rohimahullah- memulai dg menyebut asma Allah, mencontoh Al qur'an (sbagaimana setiap suratnya diawali dg basmalah) dan praktek dari pada hadits.

كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه ببسم الله فهو أبتر

"Setiap perkara yg signifikan tidak dimulai padanya dg menyebut nama Allah maka ia terputus".

Dan juga meniru nabi.. Karena beliau selalu memulai dg menyebut asma Allah dlm setiap menulis surat.

-----------
- Catatan; hadits diatas dikeluarkan oleh al suyuthi dlm Al jami' Al shoghir dan alkhotib dlm Al jami' dan dari jalan lain yg banyak sekali. Syekh utsaimin -rohimahullah- ketika ditanya ttg kedudukan hadits ini beliau menjawab; "para ulama telah berselisih ttg kedudukan hadits ini, sebagian mereka menganggapnya shahih seperti imam an nawawi dan ulama yg lain mendhoifkannya. Akan tetapi para ulama telah menerima hadits ini dan mencantumkannya dikitab2 mereka, ini menunjukkan bahwa hadits ini ada asal periwayatannya".

KUT 3

[اعلم رحمك الله أنه يجب علينا تعلم أربع مسائل]

"ketahuilah..! -semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmatNya kpd anda- bahwa wajib bagi qt utk mendalami empat masalah".

Kalimat diatas tertuju utk qt.. para tholibul ilmi (para penuntut ilmu) yg artinya belajarlah dg sungguh2!

Didalamnya juga terdapat isyarat akan kasih sayang seorg guru kpd muridnya dg mendoakan rahmat.

Didalamnya juga terdapat pelajaran, bahwa.. Pengetahuan qt akan sesuatu.. haruslah sebuah pengetahuan yg pasti. Seperti halnya 1+1 = 2 bukan pengetahuan yg setengah2 atw prasangka dan keraguan.. Utk itu para ulama mendifinisikan ilmu dg.. "pengetahuan akan sesuatu dg pengetahuan yg pasti".

Dalam agama qt ilmu ialah apa yg bersumber dari alqur'an dan as sunnah shahihah.. Krn kepastian akan kebenarannya tak diragukan lagi.

Syekh Utsaimin dalam syarahnya menjelaskan akan tingkatan pengetahuan sbb;

1. Al Ilmu yaitu pengetahuan akan sesuatu dg pengetahuan yg pasti.
2. Aljahlu (bodoh saja) yaitu tidak mengetahui sama sekali.
3. Al jahlu Al murokkab (bodoh sekali) yaitu mengetahui akan sesuatu tetapi justru menyelisihi yg benar. (bahasa kasarnya, sdh Ga nyadar bodoh malah sok pinter plus ngotot).
4. Alwahmu (bingung) yaitu pengetahuan akan sesuatu dg kemungkinan salah.
5. Al syakk (ragu) mengetahui akan sesuatu dg kemungkinan imbang antara benar dan salah.
6. Al dzon (prasangka) yaitu mengetahui akan sesuatu dg kemungkinan benar.

KUT 4

Empat masalah tersebut ialah:

الأولى العلم وهو معرفة الله ومعرفة نبيه ومعرفة دين الإسلام بالأدلة

- Pertama: Ilmu yaitu mengenal Allah, mengenal Nabinya dan mengenal agama Islam berdasarkan dalil (yg shahih).

Inilah tiga perkara pokok yg nantinya akan dijabarkan oleh syekh -insyaallah-

- Kedua: mengamalkan ilmu tsb, Karena inilah tujuan dan buah dari mempelajari ilmu yaitu.. Mewujudkan iman, beramal shaleh, mentaati Allah dalam mendatangi perintah dan menjauhi laranganNya. Siapa yg beramal tanpa ilmu maka ia seperti Nasrani dan yg berilmu tanpa beramal ia seperti yahudi..

- Ketiga: mengajak orang kpd apa yg Nabi Bawa dari syariat yg mulia ini, dg ilmu dan bashiroh (keyakinan) dg hikmah, bijak dan nasehat yg baik dan tdk berdebat kecuali dg Cara yg lbh baik yg berbuah maslahat.

- ke empat: bersabar atas segala bentuk gangguan. Org yg mengajak kpd tauhid dan kebaikan pasti akan mendapatkan rintangan dan gangguan, bersabar atas gangguan tsb adalah sebuah solusi maksimal.. Selain ia harus bersabar mengekang diri dlm ketaatan, mengekang diri utk tdk bermaksiat dan mengekang utk tdk marah dari takdir yg buruk.. Yakinlah bahwa kemenangan dan keberhasilan bersama kesabaran.

KUT 5

Dalilnya adalah firman Allah dlm surat Al 'ashr..
والعصر

Sumpah dari Allah -dmn Allah berkehendak utk bersumpah dg makhluqnya- sdg makna Al 'ashr adalah masa/zaman yg terdiri dari malam, siang, minggu, bulan dan tahun. Ialah umur manusia dan ladang amalan.

إن الإنسان لفي خسر

Sumpah diawal ayat tadi tertuju pada objek pada ayat ini yaitu manusia, semua manusia pasti dalam kerugian.. Siapapun ia.. Kecuali org2 yg Allah kecualikan.

إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر

Siapa saja yg dapat mewujudkan 4 Hal pada ayat diatas, ia akan menang dan Beruntung besar serta selamat dari kerugian.. Jatah keberuntungan manusia tergantung besar-kecil konsekuensinya padd empat Hal tsb.

إلا الذين آمنوا

Keimanan tidak akan terwujud kecuali dg ilmu.

وعملوا الصالحات

Inilah buah ilmu dan iman, siapa yg Allah berikam rizki iman dan ilmu niscaya IQ akan beramal shaleh.

 وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر

Saling berwasiat alhaq yaitu termasuk didalamnya wasiat akan ilmu, iman dan amal shaleh dan juga saling berwasiat dg sabar

Berwasiat akan alhaq dan kesabaran merupakan cabang keimanan dan 4 Hal ini saling terkait satu dg yg lain tak terpisahkan

Al allamah ibnul qoyyim menyatakan: jihad jiwa itu Ada 4 tingkatan.

1. Jihad utk mempelajari ilmu (petunjuk) dan agama yg haq ini dmn tidak Ada kebahagiaan dan keberuntungan hidup dunia dan akhirat kecuali dgnya.

2. Jihad utk beramal shaleh setelah berilmu.

3. Jihad utk mendakwahkan dan mengajari org yg belom tau.

4. Jihad utk bersabar terhadap kesulitan dakwah dan gangguan manusia.

Jika 4 tingkatan ini telah terpenuhi maka ia menjadi seorg robbani (telah sempurna ilmu dan amalnya).

KUT 6

قال الشافعي رحمه الله تعالى : لو ما أنزل الله حجة على خلقه إلا هذه السورة لكفتهم

Al imam as syafi'I rahimahullah berkata; "seandainya Allah tidak menurunkan Hujjah kpd makhluqnya kecuali surat ini, niscaya sdh mencukupi utk mereka". (perkataan ini disebutkan oleh syekhul Islam ibn taimiyyah dlm kitabnya Al istiqomah Hal. 482 dan Ibn katsir dlm tafsirnya 1/205.)

Catatan; Imam Syafi'I ädalah Abu Abdillah Muhammad bin idris bin abbas bin utsman bin syafi' Al hasyimy Al qurosyi, dilahirkan di kota Gaza palestina th. 150H dan wafat di mesir th. 204H beliau adalah imam 4 madzhab. Madzhab beliau byk diikuti di mesir, sebagian Syam dan Asia tenggara. Perkataan beliau yg terkenal soal madzhab ialah ; "jika hadits itu -berderajat- shahih maka itu madzhabku".

Maksud dari perkataan beliau adalah bahwa surat tsb adalah surat yg ringkas tp memuat kandungan yg besar. Sebagaimana ayat tsb menjelaskan ttg dua kelompok manusia.. Si rugi dan si beruntung! Kemudian disebutkan akan sebab2 mendapatkan keberuntungan dan kebahagiaan.

KUT 7

وقال البخاري رحمه الله تعالى باب : العلم قبل القول والعمل والدليل قوله تعالى فاعلم أنه لا إله إلا الله واستغفر لذنبك (محمد 19) فبدأ بالعلم قبل القول والعمل

Berkata Imam bukhory rohimahullah (dalam Kitab shahih beliau) ; "bab berilmu sebelum berkata dan beramal. Dalilnya adalah firman Allah ; "maka ketahuilah bahwa tidak Ada sesembahan yg haq untuk disembah melainkan Allah dan mintalah ampun akan dosamu". (QS. Muhammad:19) kemudian syekh Muhammad at tamimy menjelaskan; maka ayat diatas menunjukkan akan diawalinya perkataan dan amalan dg ilmu.

Catatan; Imam bukhori bernama Abu abdillah muhammad bin ismail bin ibrohim bin Al mughiroh Al bukhoriy, lahir di kota bukhoro (sekarang Negara pecahan uni soviet) pada syawwal th. 194H beliau yatim dari semenjak kanak2, beliau wafat di kota khartank samarkand malam idul fitri th. 256H. Beliau adalah pengarang Kitab shahih Al bukhoriy, Kitab yg paling shahih setelah Alqur'an.

Maksud dari imam bukhori mengawali kitabnya dg bab tsb ialah ingin menunjukkan akan kewajiban berilmu terlebih dahulu sebelum berkata dan beramal. Karena perkataan dan perbuatan tdk akan diterima smp ia menetapi syariat dan tidaklah mungkin seorg tau bahwa amalannya menetapi syariat kecuali dg ilmu.

Penjelasan syekh Muhammad : "maka ayat diatas menunjukkan akan diawalinya perkataan dan amalan dg ilmu". Dalam ayat qt disuruh utk berilmu terlebih dahulu ttg laa ilaaha illallaah (tauhid) kemudian baru memerintahkan utk beristighfar (amalan).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar